Adat Bertetangga Itu Sederhana

Monday, 21 August 2017



Riuhnya isu-isu kontroversi seputar pesta olahraga dwi tahunan negara-negara Asia Tenggara di Kuala Lumpur menggugah rasa. Apalagi ianya begitu cepat tersebar di media sosial yang semua orang mampu menjangkaunya dan turut serta memberikan reaksi.

Apabila tidak ditangani dengan baik, ianya akan menjadi api dalam sekam , yang akan membakar ikatan persaudaraan kapan saja. Ianya bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak dan meruntuhkan hubungan dua negara bertetangga. Andaikata oknum atau kelompok tidak bertanggung jawab mengambil kesempatan keatasnya  dan terus  memprovokasinya.

Sebenarnya hubungan negara bertetangga itu bisa mengadopsi adat dan adab sederhana bertetangga dalam masyarakat kita. Masyarakat Nusantara yang penuh budi bicara dan penuh budi bahasa. Bahkan bisa diibaratkan, tetangga yang baik adalah ibarat saudara kita juga. Senantiasa peduli dengan lingkungan kita dan mengambil berat tentang keadaan kita.

Senantiasa memuliakan dan berbuat baik kepada tetangga kita, serta berusahalah untuk tidak berbuat sesuatu yang mengusik ketenangan hatinya. Baik itu tetangga jauh maupun tetangga dekat, baik itu tetangga sesuku maupun lain suku, dan tetangga seagama maupun beda keyakinan. Tetap kita punya hak dan kewajiban terhadap mereka semua.

Tetapi lebih diutamakan untuk mendahulukan tetangga terdekat kita, karena merekalah orang pertama yang akan menolong kita disaat mendapat musibah. Saling jaga-menjaga harta dan kehormatannya dari usikan orang / kelompok orang jahat.

Perhatikan batas-batas tanah kita dengan tetangga, jangan membangun sesuatu apapun diatas tanah tetangga kita. Jangan mengambil keuntungan di atas batas-batas tanah dalam bertetangga. Banyak konflik dalam bertetangga timbul dari persengketaan pertindihan batas tanah. Begitu juga dalam hubungan negara, batas-batas teritorial darat dan laut selalu jadi isu yang merenggangkan hubungan bilateral.

Jangan suka mencari-cari kesalahan tetangga –tetangga kita, sehingga merusakkan keharmonisan dalam bermasyarakat. Apalagi memainkan isu-isu sensitif dan kontroversi yang dapat menggores perasaan tetangga sebelah kita. Apabila hal-hal sebegini tidak ditangani baik dan bijaksana, makanya ianya kan membentuk jurang silaturrahim dengan mereka.

Sekali-sekali memasaklah lebih sedikit, untuk diagihkan kepada tetanggga terdekat kita. Apabila ada kenduri atau selamatan keluarga, undanglah mereka untuk menghadirinya. Jangan lupa perhatikan penulisan nama dan gelar ( baik gelar sosial atau akademisi) di surat undangan dengan benar. Karena ianya juga termasuk hal-hal yang sensitif yang perlu diberikan perhatian. Begitu juga dalam hubungan bernegara, penggunaan dan pemakaian simbol atau panji suatu negara perlu juga diberikan perhatian.

Bersabarlah atas perlakuan buruk tetangga kepada kita ! kita boleh mengambil berat tapi jangan memberikan reaksi berlebihan. Sehingga mampu menimbulkan pertikaian yang merugikan jiwa dan raga. Bertabayyunlah dan duduk semeja apabila terasa ada hal-hal atau isu yang memerlukan pemahaman dan penjelasan!. Jangan balas perlakuan buruk dengan hal yang sama, karena ianya akan merugikan semua pihak.


Andaikata hal-hal sederhana ini kita lakukan dan menerapkan dalam kehidupan bertetangga sehari-hari, Insyaa Allah lingkungan kita akan lebih harmonis.
Salam silaturrahim

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani