Tak Ada Micin Di Malaysia, Tapi....

Tuesday, 17 October 2017



Beberapa tahun yang lalu, saya pernah tinggal di daerah Bukit Beruntung dekat Rawang Negeri Selangor Darul Ehsan. Karena masak sendiri untuk menghemat biaya hidup, maka untuk mengurangi biaya pengeluaran,  barang-barang dapurnya harus dibeli dari pasar basah. Secara kebetulan, pasar basah yang terdekat berada di Bukit Sentosa, Bandar terdekat dari Bukit Beruntung.

Kami berbelanja secara bersama-sama dengan kawan serumah yang semuanya berstatus bujangan. Ada yang bujangan permanen dan ada juga yang bujangan sementara ( jauh dari istri dan anak). Ketika berbelanja ke pasar pertama kali, kami membeli barang belanjaan dengan semangat sekali berdasarkan daftar yang ditulis dari rumah.

Ada sebuah kisah lucu yang tidak mungkin dilupakan ketika proses tawar menawar dengan penjaga kedai bumbu dapur di pasar. Semua daftar belanjaan sudah terbeli, hanya tinggal satu saja yang tertinggal yaitu micin ( vetsin). Akhirnya, saya menuju kedau berdekatan untuk menanyakan barang tersebut kepada penjaganya . Perempuan separuh baya  seumuran dengn emak saya, maka saya memanggilnya dengan Mak cik.

“Mak Cik, ada jual micin ? “ , tanyaku dengan perlahan-lahan.
“Iye saye, ada yang boleh saye bantu?”, roman wajah Mak Cik penjaga kedai sedikit kebingungan.
“Mak Cik, ada jual micin ? “ , tanyaku kembali dengan suara sedikit kuat
“ Micin itu ape Nak, Saye tak jual barang itu.” , Wajah Mak Cik masih itu penuh tanda tanya.
“Itu Makcik, vetsin lah yang macam garam itu”.
“ Vetsin itu apa Nak, saye tak pahamlah”. Mak Cik Penjual malah balik bertanya.

Akhirnya saya menjelaskan lebih rinci, kalau micin itu adalah bahan penyedap rasa masakan. Warnanya putih dan sedikit halus hampir mirip fungsinya dengan garam. Kalau garam untuk mengasinkan masakan, sedangkan micin untuk menggurihkan makanan (penyedap rasa).

“Oh itu, bukan micin namanya tapi Ajinomoto Nak!”, Kata Mak Cik sambil tersenyum.
“Oh iya Ajinomoto Mak Cik, Bagi saya 3 bungkus!”, Tegasku sambil menahan senyum juga.

Fikiranku langsung ingat kepada Swallow, Sanyo dan Honda. Aneka merek barang yang menjadi sebutan lumrah di Indonesia untk mewakili produk yang dijualnya. Karena yang terkenal atau pertama kali menjual sandal jepit di Indonesia adalah Swallow, maka umumnya orang Indonesia menamakan dengan swallow. Begitu juga dengan pompa air listrik disebut Sanyo dan sepeda motor bebek, juga banyak yang menyebutnya dengan Honda.

Maka dari itu, saya yakin kalau penyedap rasa (micin/vetsin) yang dijual pertama kali di Malaysia adalah bermerek Ajinomoto. Padahal di Malaysia sekarang, sudah banyak penyedap rasa yang bermerek Miwon, Mak Aji dan Maggi, Tapi orang Malaysia tetap menyebutnya dengan Ajinomoto . Tapi adakalanya juga disingkat menjadi moto saja.
Lain padang lain belalang, Lain lubuk lain ikannya


Bangi, 17 Oktober 2017

3 komentar:

  1. Unknown said...:

    Anda aja yg blm faseh bahasa melayu udah belagu, coba kamu bilang penyedap rasa pasti semua tau dan gak semestinya ajinomoto banyak juga merk lain juga di panggil penyedap rasa. BELAGU LEU TUNG

  1. mahfudz tejani said...:

    hehehe...
    Itu cerita sewaktu saya awal-awal di Malaysia Pak Darman, Bukan masalah belagu tidaknya

    Makasih udah mampir,

  1. Unknown said...:

    Member saya ada nama micin tapi saya tak tahu maksud micin so sy carila di google ternyata ini🤣🤣

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani