Santri-Santri Kecil Menguasai Aneka Bahasa Asing

Sunday, 28 January 2018

Para santri sedang berinteraksi dalam bahasa asing

Iring-iringan mobil yang membawa tamu dikawal mobil patrol polisi membelah kesesakan kota Pamekasan. Di dalam rombongan tersebut, beberapa tamu kehormatan dengan berbagai latar belakang, profesi, dan negara diundang ke acara Pekan Ngaji III Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Palengaan Pamekasan Jawa Timur.

Seminar Pekan Ngaji III ini dilakukan dari tanggal 18 – 28 Januari ini menghadirkan beberapa tokoh nasional dan internasional yang sukses serta berkompeten di bidangnya. Mulai dari ngaji kebudayaan, ngaji kemanajemenan, ngaji kepenulisan, hingga ngaji kewirausahaan yang diadakan secara beruntun selama seminggu.

Kami mendampingi pimpinan Direktur Mandiri Sejahtera Cargo, H. Wawan Syakir Darmawan, Lc, M.A memberikan ilmu dan pengalamanya dalam bidang kewirausahaan (Ngaji Kewirausahaan) kepada ratusan santri, pada hari kelima seminar pekan ngaji tersebut. Dalam iring-iringan tersebut, hadir juga Prof.Dr.H.Imam Suprayogo dari Malang, serta beberapa tokoh akademik lainnya dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) serta tokoh akademik dari Brunei Darussalam.

Hampir 15 menit iring-iringan membelah kota Pamekasan, mulailah terlihat baliho-baliho dan spanduk tema Pekan Ngaji III menghiasi sepanjang jalanan kecamatan Palengaan. Wajah-wajah penuh ketaatan yang memakai sarung , kemeja berlengan panjang, dan memakai kopiah telah menunggu. Mereka berbaris di kanan-kiri jalan menuju Pondok Pesantren Mambaul Ulum, sambil menundukkan kepala sembari memegang kedua tangannya dihadapannya.



Tibalah kami di halaman pondok disambut ribuan santri, seterusnya dipersilahkan masuk ruangan utama untuk sesi ramah tamah dengan Pengurus dan Dewan A’wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum. KH.Thohir bin KH. Abdul Majid membuka wacana  menceritakan sejarah berdirinya Pondok Pesantren dan Seminar Pekan Ngaji melalui video yang disampaikan melalui proyektor.

Beliau juga menceritakan bahwa santri PP.Mambaul Ulumitu  datang dari berbagai golongan itu kurang lebih 9300 orang. Beliau menerangkan bahwa, pondok pesantren tidak menetapkan syarat-syarat khusus  (akademik) kemasukan ke pesantren serta dengan biaya per bulan yang sangat murah sekali. Setelah itu, para rombongan diberikan kesempatan menyaksikan kemahiran santrinya membaca kitab kuning dan berbual dalam beberapa bahasa aneka asing.



Para rombongan terkesima, dengan keterampilan beberapa santri dalam lingkup usia 12 tahunan tersebut namun mahir berbahasa asing. Mulai dari bahasa Arab, Inggris, Jepang, Mandarin,Perancis, Jerman hingga bahasa Spanyol. Para tetamu juga diberikan kesempatan berinteraksi dengan mereka, kemudian para santri tersebut menjawab dalam bahasa asing.

KH.Thohir Abdul Majid menjelaskan, bahwa tutornya adalah para santri PP.Mambaul Ulum itu sendiri yang dikursuskan ke akademi bahasa asing, kemudian mengajarkan kembali kepada teman-teman sesama santri melalui kelas bilingual. Tatkala sebagian tetamu menanyakan berapa biaya untuk mengikuti kelas bahasa asing tersebut.

“Dalam 3 bulan, umumnya mereka sudah bisa berinteraksi dalam bahasa asing yang diikutinya. Selama 3 bulan tersebut hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp.75 ribu, artinya per bulan hanya 25 ribu rupiah saja.”, tutur KH Thohir kepada para tetamu. Penjelasan tersebut membuat para tetamu seakan tidak percaya, karena dengan biaya serendah itu mampu menghasilkan keterampilan berbahasa diatas rata-rata.

Sempat berfikir, bahwa banyak pondok pesantren itu telah menciptakan dan menyimpan permata-permata, namun ianya  masih tersembunyi diantara pepasir di pulau Madura. Bagaimana pemerintah dan masyarakat mengoptimalkannya dalam kemajuan Madura kedepannya nanti. Bagaimana juga memaksimalkan peran santri ketika terjun didalam masyarakat nanti. Sehingga suatu saat nanti, masyarakat Madura menjadi masyarakat yang tetap agamis dan berbudaya, namun berfikiran terbuka dan modern yang dilandasi nilai-nilai Islami.

Amien.

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani