Partai Baru Pemilu 2019, Akankah Mampu Bertahan ?

Thursday, 8 March 2018

Keempat Logo Partai Baru 2019.


Gebyar-gebyar riuhnya Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 semakin kita rasakan. Genderang-genderang partai telah dibunyikan, ada yang ditabuh secara samar dan sembunyi. Namun ada juga yang ditabuh dengan cara terang-terangan, disertai tarian-tarian pemikat suara pada pemilu akan datang.

Hampir sebulan para partai kontestan Pemilu 2019  telah  diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), tepatnya 17 Februari yang lalu. Ketika pada awalnya ada 14 partai peserta pemilu yang akan bertarung memperebutkan suara rakyat Indonesia, namun ada penambahan partai baru disaat akhir, yaitu Partai Bulan Bintang.

Lima belas partai peserta kontestan Pemilu 2019 itu adalah :
1. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
2. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
4. Partai Golangan Karya (Golkar)
5. Partai Nasional Demokrat (Nasdem)
6. Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda)
7. Partai Berkarya
8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
9. Partai Persatuan Indonesia (Perindo)
10. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
11 Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
12. Partai Amanat Nasional (PAN)
13. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
14. Partai Demokrat
19. Partai Bulan Bintang (PBB)

Dalam kelimabelas partai diatas, ada 4 kontestan baru dalam Pemilu 2019 nanti, yaitu : Garuda, Berkarya, Perindo, Dan PSI. Pastinya kita masih merasa asing dan penuh tanda tanya dari keempat partai tersebut. Ada partai yang memang baru dan diisi dengan wajah-wajah baru, namun ada juga partai baru akan tetapi diisi oleh muka-muka lama dalam dunia politik Indonesia. Dalam artian pemain lama, namun baju dan warnanya baru, mencoba nasib dalam pesta demokrasi akan datang.

Dari keempat partai tersebut, hanya 2 partai yang tokoh utamanya telah dikenali sebelumnya dalam dunia perpartaian Indonesia. Yaitu Perindo dengan Hary Tanoesoedibjo sebagai Ketua Umumnya dan Berkarya dengan Tommy Soeharto sebagai Dewan Pembinanya.

Perindo sendiri didirikan pada tanggal 7 Februari 2015, pastinya mempunyai kelebihan yang cukup besar dibandingkan partai kontenstan lainnya. Kelebihan dana dan propaganda yang dimiliki Hary Tanoe sebagai jutawan media Indonesia, akan membuatkan Perindo lebih popular di dalam masyarakat.

Sedangkan Berkarya, meskipun partai baru seumur jagung yang didirikan pada 15 Juli 2016, jaringan-jaringan di peringkat bawah telah terbina sekian lama. Dan pastinya, Tommy Soeharto akan memanfaatkan pengaruh-pengaruh partai Golkar yang mengakar kuat suatu ketika dulu. Ditambah lagi sisa-sisa Soehartoisme masih cukup besar di dalam lapisan masyarakat.

Namun begitu,Tommy dan Partai Berkaryanya harus bekerja serta berusaha ekstra keras untuk bersaing memperebutkan suara dengan partai pecahan Golkar itu sendiri. Kita sebut saja Gerindra, Demokrat, Nasdem,Hanura, dan Partai Gokar sendiri. Rasanya masih sangat sulit untuk saat ini, Berkarya mengembalikan kegemilangan Soehartoisme suatu ketika dulu.

Selanjutnya partai baru lainnya adalah Partai Solidaritas Indonesia yang didirikan 16 November 2014. PSI merupakan partai dengan wajah-wajah baru dan wajah-wajah muda dalam dunia politik Indonesia. PSI dikemudikan oleh Grace Natalia, mantan Presenter diberbagai TV Indonesia. Wajah-wajah muda dari berbagai bidang berada dalam partai bernuansa merah ini, kita sebut saja Arbi Hariyanto, Giring Nidji, hingga Tsamara Amany, mahasiswi cantik yang cukup getol membela Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apabila tidak melakukan blunder dan tidak terjebak dalam pusaran partai lama, partai ini akan menjadi pilihan pemilih muda yang kurang mempercayai partai kontestan lama.

Dan yang terakhir adalah Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) yang didirikan pada 15 April 2015. Ketua umumnya adalah Ahmad Ridha Sabana, mantan Presiden Direktur PT. Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI). Isunya berdirinya partai ini ada keterlibatan putri Soeharto, yaitu Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut). Namun Ahmad Ridha membantah dengan keras, bahwa Partai Garuda tidak ada hubungannya dan keterlibatan Mbak Tutut didalamnya.

Dengan hadirnya keempat partai baru tersebut akan memberikan suasana baru dalam dunia demokrasi Indonesia. Memberikan banyak pilihan kepada pemilih-pemilih baru serta mampu meningkatkan kualitas perpolitikan Indonesia.


Andaikata tidak mampu menjawab tantangan-tantangan seperti yang diharapkan kebanyakan rakyat Indonesia, siap-siaplah nama partainya akan tercatat sekali dalam sejarah pesta demokrasi Indonesia.

Salam dari Kuala Lumpur.


0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani