Swasembada Beras Dan Garam, Mengapa Tidak ?

Monday, 19 March 2018

www.mahfudztejani.com


Salah satu prestasi yang tidak bisa kita pungkiri dari pemerintahan Orde Baru adalah sukses dalam bidang produksi pangan yaitu, Swasembada Beras. Saat itu pemerinta Orba mampu mengubah Indonesia, dari negara pengimpor beras menjadi negara pengekspor beras terbesar dunia, buah manis dari rencana Pelita I.

Ketika tahun 60-an, Indonesia mengimpor beras sekitar 0,6 juta ton dan terus meningkat mencapai 2 juta ton di tahun 80-an. Namun setelah itu, di tahun 1981 jumlah impor beras Indonesia terus menurun, dan sukses merubah total di tahun 1984 menjadi negara swasembada Beras.

Pemerintah Orba betul-betul mengoptimalkan potensi besar sebagai negara agraris, dengan memfokuskan kepada bidang pertanian dan produksi pangan. Baru lima belas tahun kemudian atau masa Pelita III, swasembada beras sukses dilaksanakan.

Semuanya ini tercapai dengan wujudnya Revolusi Agraria di masa itu melalui empat langkahnya, yaitu intensifikasi (pengolahan secara intensif), ekstensifikasi (perluasan areal pertanian), diversifikasi (penganekaragaman jenis tanaman) dan rehabilitasi pertanian (Perbaikan lahan yang tidak produktif).

Puncaknya, Presiden Soeharto mendapat penghargaan dari Badan Pangan Dunia (FAO) pada tahun 1986. Atas usahanya mampu menyumbang gabah sebanyak 100.000 ton untuk disalurkan kepada warga-warga dunia yang kelaparan, khususnya di Benua Afrika. Dan uniknya sumbangan itu dikumpulkan secara gotong royong dan sukarela oleh para petani Indonesia dikala itu.

Berkaca keberhasilan rezim Orba di era 80-an yang sukses memanfaatkan lahan pertanian dengan Revolusi Agrarianya, sehingga mencapai swasembada beras. Apakah sistem dan teori berkenaan bisa diaplikasikan dalam bidang pertanian garam, sehingga Indonesia bukan lagi negara pengimpor garam. Tapi tidak mustahil , beberapa tahun kemudian Indonesia berubah menjadi negara pengekspor garam.

Saya yakin pemerintahan Presiden Jokowi mampu melakukan hal serupa, apalagi pemerintahan saat ini berkomitmen  ingin mengembalikan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia. Revolusi Maritim telah digaung-gaungkan sejak awal lagi, dan menekankan langsung hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan rakyat, salah satunya adalah sektor perikanan.

Dan berharap sekali, pemerintah terus melakukan modernisasi dalam bidang ilmu pengetahuan kemaritiman dan kelautan. Apalagi potensi laut Indonesia sangat besar dan belum tereksplorasi dengan sepenuhnya.

Dan berharap lagi, rakyat Indonesia akan terus bangga berpredikat sebagai negara agraris dan negara maritim, Apabila dari tanah dan lautnya yang dibanggakan,  mampu memberikan kemakmuran dan manfaat sepenuhnya untuk rakyat Indonesia itu sendiri.
Aamiin

#IndonesiaTanahSyurga
#CebisanTanahSyurga

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani